Keber Ari Gayo Parlemen & Pilkada Politik Terbaru

Pemago Desak DPRK Bener Meriah Tetapkan Pimpinan Depenitif

Ketua Sementara DPRK Bener Meriah, Riduansyah bersama Pemango
Ketua Sementara DPRK Bener Meriah, Riduansyah bersama Pemango

Redelong-LintasGayo.co : Persatuan Mahasiswa Gayo (Pemago) mendesak pimpinan sementara DPRK Bener Meriah segera menetapkan pimpinan depenitif. Hal tersebut disampaikan Pemango di ruang sidang DPRK setempat sebagai rangkaian unjukrasa ke kantor DPRK tersebut, Selasa (27/1/15).

Koordinator Pemago, Rahmadianto dalam orasinya mengatakan anggota DPRK Bener Meriah hingga sampai saat ini belum bekerja, padahal telah dilantik sejak 25 Agustus 2014 lalu, hal ini artinya sudah kurang lebih 5 (lima) bulan mereka mengantongi SK (Surat Keputusan) dan memakan gaji buta tanpa menjalankan peran dan fungsinya sebagai wakil rakyat yang terhormat.

Hal tersebut, ungkap Rahmadianto karena di picu oleh belum terbentuknya alat kelengkapan DPRK setempat. Kondisi tersebut telah merugikan pihak eksekutif dan masyarakat Bener Meriah hanya untuk kepentingan anggota Dewan.

Untuk itu, lanjut Koordinator Pemago ini, kita mendesak agar Dewan segera membentuk alat kelengkapan salah satunya pimpinan depenitip, karena tanpa adanya alat kelengkapan maka fungsi Dewan tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

“Kami dari Pemago mendesak agar ketua DPRK sementara dan Bupati Bener Meriah dapat menyelesaikan dualisme kepemimpinan di DPRK Bener Meriah dan mendesak agar pimpinan depenitip DPRK Bener Meriah segera ditetapkan sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku,”ujar Rahmadianto.

Pemago juga mengancam akan mendatangi gedung tersebut dan mendudukinya apabila pimpinan depenitif hingga 2 Februari 2015 mendatang tidak ditetapkan.

Menanggapi pernyataan Pemago tersebut, Ketua Sementara DPRK Bener Meriah Riduansyah menyatakan pada saat ini telah ada dua versi keputusan yang ditetapkan untuk diajukan sebagai pimpinan depenitif.

Pertama versi Koalisi Merah Putih (KMP) yang mengacu kepada UUPA dengan menunjuk Darwinsyah (Golkar) sebagai ketua, Marianto (Gerinda) dan Tgk. Usman (PDA) masing masing sebagai wakil pimpinan. Sementara versi Koaliasi Indonesia Hebat (KIH) mengacu kepada UU No 17 dan PP no 16 juga telah mengajukan Guntarayadi (PDI-P) sebagai ketua, Andi Sastra (Hanura) dan (Golkar) masing masing sebagai wakil pimpinan.

“Hingga saat diajukan fraksi Golkar belum mengirimkan utusannya sehingga KIH hanya mengusulkan dua nama untuk ditetapkan Gubenur Aceh menjadi pimpinan DPRK Bener Meriah,” ungkap Riduansyah. (Man, Feri Yanto)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *