Sara Sagi Terbaru

Saman 5057 ; Wagub Aceh Sebut Nama Tagore Tiga Kali

Oleh : Win Wan Nur

Tagore dan Mualem. (LGco_Kha A Zaghlul)
Tagore dan Mualem. (LGco_Kha A Zaghlul)

Pada hari H pementasan Saman 5057 penari.  Antusiasme masyarakat Gayo Lues untuk menyaksikan acara ini secara umum sangat luar biasa.

Kami yang datang ke tempat acara yang diselenggarakan di stadion sepak bola seribu bukit,  sekitar 3 jam sebelum acara dimulai saja sudah sangat kesulitan menembus kemacetan.  Akhirnya kami memarkir kendaraan sekitar 400 meter di luar stadion.  Saya, Zulfan Diara, anggota DPR RI Tagore Abu Bakar dan teman-teman yang lain berjalan kaki menembus jalan yang dipadati berbagai jenis kendaraan mulai dari mobil, becak sampai sepeda motor.

Sampai di Stadion kami masuk lewat tengah lapangan, menembus kerumunan penonton dan langsung berada tepat di depan para penari yang sudah siap sedia sejak pagi.

Tagore menyempatkan diri berfoto bersama para penari. Dan dalam kesempatan ini Tagore meneriakkan «Hidup Gayo » yang segera disambut dengan gegap gempita oleh para penari Saman yang jumlahnya ribuan ini.

Sehabis berfoto, panitia yang bertugas menjaga keamanan yang langsung mengenali sosok Tagore, segera mempersilakan kami naik ke Tribun utama di lantai paling tinggi. Untuk bergabung bersama para undangan lain. Mulai dari pejabat, tokoh masyarakat sampai beberapa peneliti asing.

Beberapa lama kami berada di tribun, rombongan bupati bersama wakil Gubernur Aceh tiba di lokasi dan segera naik ke tribun. Dan berikutnya disampaikanlah kata sambutan, mulai dari ketua panitia, bupati dan diakhiri oleh kata sambutan dari wakil gubernur.

Menurut beberapa orang di tribun yang sudah beberapa kali menyaksikan Wakil Gubernur Aceh berbicara di depan umum. Secara tampilan, penyampaian sambutan wakil gubernur Aceh sudah mengalami banyak kemajuan.

Ada kejadian menarik saat Muzakkir Manaf, wakil gubernur Aceh menyampaikan kata sambutan. Di atas tribun, selain bupati dan para pejabat.  Juga hadir empat orang anggota DPR RI dari wilayah Gayo. Tapi Wakil Gubernur Aceh hanya menyebut nama BANG TAGORE, yang disebutkan sampai tiga kali. Seolah lupa, bahwa anggota DPR RI yang hadir di sana bukan hanya Tagore Abu Bakar.

Ketika Wakil Gubernur menyampaikan pencapaian pembangunan di masa kekuasaannya pun, seolah Wakil Gubernur seperti sedang memberi laporan pada Bang Tagore. Karena setiap kali menyebut pencapaiannya. Wakil Gubernur tidak pernah lupa menyebut Bang Tagore.

Bahkan di akhir kata sambutannya, Wakil Gubernur dengan nada sungguh-sungguh menyampaikan.  “Jadi Bang Tagore, mohon kita jangan sampai berpisah”. []

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *