Ekonomi Keber Ari Gayo Terbaru

Di Gayo Lues tanah bandara cuma dihargai Rp2.000 permeter, pemilik protes

landasan_galusBanda Aceh-LintasGayo.co: Pemilik tanah pembangunan landasan terbang Sunubung Blangtenggulun di Gayo Lues menuntut pemkab Gayo Lues meminta pemkab membayar harga tanah yang sibebaskan dengan harga rasional, bukan seperti yang ditetapkan sebesar Rp2000 permeter.

“Sudah enam hektare tanah kami yang sudah dibangun landasan pacu pesawat terbang. Harga yang ditetapkan pemerintah daerah setempat cuma Rp2.000 per meter. Harga ini tidak rasional,” kata keluarga pemilik tanah Azhar pada pertemuan dengan Komisi A DPR Aceh di ruang Badan Musyawarah DPR Aceh di Banda Aceh, Rabu (27/8/2014) kemarin.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi A DPR Aceh Adnan Beunsyah dan dihadiri sejumlah anggota komisi yang membidangi pemerintahan, Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Pemerintah Aceh Kamaruddin, Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Pemerintah Aceh Endrian serta pejabat terkait lainnya.

Azhar menjelaskan tanah yang disengketakan itu berlokasi di Blangtenggulun, Desa Penggasing, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

Dalam mengambil kebijakan harga, Azhar mengaku pihaknya tidak pernah diajak bernegosiasi sejak tahun 2007, namun pemerintah langsung membangun lapangan terbang di tanah tersebut.

Bahkan pemilik tanah sudah mengajukan sengketa ke Pengadilan Negeri Blangkejeren. upaya banding dan kasasi di Mahkamah Agung, semuanya dimenangkan pemilik atau penggugat.

Walau kalah dalam hukum, pemerintah daerah tetap membangun lapangan terbang dengan menitipkan uang pembebasan tanah sebesar Rp170 juta di pengadilan.

“Kami menolak karena harganya tidak rasional dan tidak pernah dimusyawarahkan dengan kami,” ujar Azhar.

Sementara Anggota Komisi A DPR Aceh Muslim Aiyub menyesalkan tindakan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues yang menghargai tanah rakyat hanya Rp2.000 permeter. “Ini angka yang tidak rasional,” kata Muslim Aiyub.

Menurut  Muslim, tanah yang dibebaskan merupakan lahan produktif dan rakyat mengalami kerugian rakyat sejak tanah tersebut mulai dibangun lapangan terbang.

“Walau untuk kepentingan rakyat, jangan rakyat juga yang menjadi korban,” ungkap Muslim.

“Semua masalah bisa diselesaikan, dan kalau pemerintah kabupaten Gayo Lues tidak punya dana bisa diusulkan ke Pemerintah Aceh,” kata Adnan Beuransyah.

Dalam catatan LintasGayo.co Bupati Gayo Lues Ibnu Hasjim menyampaikan pada media apabila biaya pembangunan landasan akan menggunakan dana APBN sebesar Rp50 miliar dari APBN, Rp10 miliar dari migas, dan Rp10miliar diambil dari dana otsus, dan dijadwal dapat digunakan pada tahun 2015. (trna/antaraaceh)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *