Opini Sara Sagi Terbaru

Melirik Komitmen Bupati untuk Perusahaan Tambang di Aceh Tengah

safutraSafutra Rantona*

Tambang merupakan kekayaan alam yang dimiliki oleh Bangsa. Namun secara fakta tambang yang sudah produksi dan eksplorasi masih belum menjawab angka kemakmuran masyarakat di negeri ini. Masih banyak masyarakat yang belum sejahtera di daerah sekitar pertambangan tersebut.

Jika dilihat dari sumber www.gerakaceh.org maka jumlah tambang yang sedang berada di Kab. Aceh Tengah sebanyak 13 perusahaan tambang. Dilihat dari statusnya, perusahaan tambang tersebut masih berstatus eksplorasi.

Begitu banyaknya perusahaan tambang namun masyarakat masih belum menikmati hasil dari tambang tersebut. Secara Undang-Undang No. 09 Tahun 2009 maka tambang hanya diperuntukkan untuk memakmurkan masyarakat. Realita saat ini berbeda jauh dengan isi uu tersebut.

Kemudian dari perusahaan tambang mewajibkan memberikan CSR (Corporate Social Responsibility) kepada masyarakat ini tertuang dalam PP No. 47 Tahun 2012 dan juga Perusahaan Tambang wajib membayar cost recovery (sewa lahan) didaerah lokasi tambang.

Daerah lokasi yang memiliki perusahaan tambang terbesar di Aceh Tengah adalah Kec. Bintang dan Kec. Linge atas nama Perusahaan PT. Linge Mineral Resources, tetapi daerah tersebut belum merasakan hasil dari perusahaan tambang.

Bayangkan saja Kec. Linge yang merupakan lokasi tambang masih banyak jalan rusak dan minimnya infrastruktur pendidikan.

Menjadi pertanyaan adalah kemana dana CSR dan dana Cost Recovery tambang PT. Linge Mineral Resources setiap tahunnya ? untuk menjawab pertanyaan ini adalah Perusahaan dan Bapak Bupati Aceh Tengah.

Kita berharap Bapak Ir. Nasaruddin, MM Bupati Aceh Tengah jangan main-main dengan perusahaan tambang, karena tambang itu adalah warisan alam untuk kesejahteraan masyarakat.

Kemudian kita berharap dari semua tambang yang sedang eksplorasi di Aceh Tengah bisa mengeluarkan dana CSR sebesar 1 % dari hasil eksplorasi pertahunnya. Angka tersebut sangat besar jika dibangun jalan dilokasi tambang yang fungsinya untuk meningkatkan perekonomian rakyat sekitar lokasi tambang.

Seharusnya Bapak Ir. Nasaruddin Bupati Aceh Tengah jika perusahaan tambang tersebut tidak mengeluarkan anggaran untuk CSR dan Cost Recovery maka Bupati mempunyai hak untuk menahan IUP (Izin Usaha Tambang) perusahaan tersebut. Ini perlu adanya komitmen Bupati Aceh Tengah untuk membangun daerahnya sendiri melalui perusahaan tambang. Dan juga Bupati Aceh Tengah dapat membuka informasi tentang perusahaan tambang yang ada di Kab. Aceh Tengah.

“Tambang untuk kehidupan masyarakat menjadi cerdas, sehat dan kaya

*Siswa Pendidikan Sektor Tambang (SeTAPAK) GeRAK Aceh

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *