Hukum Keber Ari Gayo Parlemen & Pilkada Terbaru

Sikap Jang-Ko atas 4 dugaan ijazah palsu Caleg DPRK Aceh Tengah

Oleh Maharadi Gayo

Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) sejak awal mendukung pelaksaanaan pesta politik dalam Pemilihan Umum yang berintegritas sebagaimana juga dikampanyekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pemilu berintegritas 2014. LSM Jang-Ko dalam Pemilu legislative, 9 April 2014 lalu berupaya mendorong para penyelengara, peserta pemilu dan para pemilih agar benar-benar bermain sesuai ketentuan dengan mengedepankan Pemilu yang bersih dari pelanggaran.

Dalam perjalanannya juga ternyata banyak kasus yang terjadi tidak hanya di para penyelenggara yang sempat di-PTUN-kan, namun dikalangan peserta dan pemilih di daerah diduga kuat ada transaksional yang mememang sulit untuk diungkap ke permukaan.

Berdasarkan laporan masyarakat ada persoalan, kasus yang memang dapat bermuara pada persoalan penegakan hukum. Kasus ini dianggap serius karena kualitas pelanggarannya sangat berdampak pada generasi bangsa dan juga generasi politik di daerah. Apakah persoalan riwayat pendidikan seseorang calon legeslatif di daerah dapat di kesampingkan sebagai wakil rakyat.

Persyaratan Caleg di KIP Aceh Tengah
Dokumen persyaratan Daftar Calon Tetap pada Pemilihan Legislatif 9 April 2014 lalu, di temukan ada 4 Caleg DPRK Aceh Tengah yang kemudian terpillih saat ini.

Dugaan sementara ke-4 caleg ini melakukan pemalsuan dokumen dengan tidak memenuhui dan tidak melengkapi prasyaratan dan keabsahan serta kebenaran dokumen pendaftaran sebagai Calon Legislatif DPRK Aceh Tengah periode 2014-2019. Adanya indikasi Riwayat Pendidikan bermasalah karena tidak melampirkan Ijazah satu tingkat dibawahnya. Padahal dokumen tersebut mutlak harus dilampirkan ke KIP sampai batas waktu yang ditetapkan.

Persoalan ini kemudian menjadi kasus dalam persoalan hukum. Polisi ternyata meresponnya dan hingga saat ini ditangani pihak Pidana Umum (Pidum) Polres Aceh Tengah. Kasusnya masih dalam tahap mencari barang bukti dan meminta keterangan para saksi.

Beberapa kali LSM Jang-Ko melakukan pemantauan terhadap kasus tersebut di Polres Aceh Tengah. Informasi terakhir yang disampaikan Kapolres Aceh Tengah, bahwa kasus tersebut masih dalam tahap “Penyelidikan” dan belum penyidikan.

Menurut kami kasus-kasus seperti ini perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat. Sebab ini menyangkut legitimasi, kapasitas, intelektualitas dan moralitas wakil rakyat. Jangan sampai pendidikan ini “diamini”untuk dilecehkan. Kami tidak sepakat dengan hal tersebut.

Kita ingin kasus ini ditangani cepat oleh pihak Polres dan statusnya juga cepat naik ke tingkat “Penyidikan” agar kemungkinan-kemungkinan berhentinya kasus tersebut akibat kepentingan di tengah jalan tidak ada alasan untuk itu. Apalagi bila melihat agenda pelantikan caleg yang lewat kemarin sesuai dengan jadwal 24 Agustus 2014 yang akan datang.

Jangan sampai kasus ini beralih ditangani di luar daerah. Sebagai ingatan kita bahwa tahun tahun 2009 lalu juga ada satu Caleg di Aceh Tengah yang LSM Jang-Ko adukan sampai bermuara di Pengadilan Negeri Takengon. Namun kasus tersebut pada akhirnya berakhir tanpa kebenaran.

Hingga sampai saat ini Caleg yang bermasalah pada Ijazah tahun 2009 tersebut masih menjabat hingga kini. Persoalannya kasus tersebut pada waktu itu ditangani di tingkat Provinsi (Polda dan Kajari Aceh) hingga mengakibatkan lemahnya pemantauan dari masyarakat di daerah termasuk LSM Jang-Ko sebagai Pelapor ketika itu.

Sementara itu keterangan yang kami peroleh dari Ketua KIP Aceh Tengah, Marwansah S.Hi bahwa pihaknya terkait dengan kasus ini hanya menunggu kepastian hukum saja dari kepolisian. Tidak tertutup kemungkinan setelah pelantikan ketika ada kepastian hokum dapat di eksekusi oleh KIP Aceh Tengah. Namun saat ini belum ada kepastian hukumnya. Demikian petikan dari pernyataan KIP Aceh Tengah.

LSM Jang-Ko berharap Kapolres Aceh Tengah beserta jajarannya dalam hal penanganan empat kasus dugaan ijajah palsu mohon agar kasus tersebut mendapat perhatian serius dan tetap menjadi bagian dari penanganan di Polres Aceh Tengah.

LSM Jang-Ko memberikan apresiasi kepada Kapolres Aceh Tengah saat ini Artanto S.ik atas komitmennya dalam penanganan kasus di daerah ini termasuk peningkatan jumlah penanganan kasus Korupsi di bagian Tipikor Polres Aceh Tengah terus meningkat dari tahun ke tahun.

*Badan Pekerja Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko)

 

Comments

comments