Hukum Keber Ari Gayo Sara Sagi Terbaru

Ibnu Hasyim usul “tembak di tempat” penanam Ganja

Bupati Gayo Lues H Ibnu Hasyim memberikan cinderamata berupa pedang Gayo kepada Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Pandu Wibowo saat berkunjung ke Gayo Lues, Selasa 28 Mei 2014. (LGco_Anuar Syahadat)
Bupati Gayo Lues H Ibnu Hasyim memberikan cinderamata berupa pedang Gayo kepada Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Pandu Wibowo saat berkunjung ke Gayo Lues, Selasa 28 Mei 2014. (LGco_Anuar Syahadat)

Blangkejeren-LintasGayo.co : Maraknya penangkapan kasus barang haram Ganja di Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dilakukan pemerintah setempat, sehingga para penanam ganja bisa beralih menanam tanaman lain yang bisa lebih banyak menghasilkan Rupiah.

Bupati Gayo Lues H. Ibnu Hasyim dihadapan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Pandu Wibowo, Rabu (28/5) mengatakan, dirinya sangat menantang kalau penanam Ganja di Gayo Lues mengatakan untuk menghidupi keluarga dan untuk kebutuhan ekonomi lainnya.

“Kami sudah menanyakan kepada masyarakat menyangkut harga Ganja ini, dan saat ini harga Ganja di Gayo Lues Rp.50 ribu per kilogram, sedangkan harga Minyak Sere Wangi Rp. 170 ribu per perkilogram, kalau untuk kebutuhan ekonomi, kenapa tidak menanam Sere Wangi saja, tidak beresiko lagi,” kata Bupati.

Harusnya, kata Ibnu Hasyim, penanam Ganja berpikir dengan menanam Ganja dan harga segitu resikonya besar jika tertangkap. Bisa di kurung seumur hidup atau hukuman mati, tetapi jika menanam Sere Wangi hanya sekali tanam bisa ratusan kali panen, harga jualnya juga lebih mahal.

“Jika menanam Ganja di bilang untuk kebutuhan ekonomi itu tidak betul pak Pangdam, moral penanam Ganja itu sudah di rusak oleh orang luar, kalau bisa penanam ganja tembak di tempat saja,” ujar Bupati di pertemuan itu.

Sementara Pangdam IM, Mayjen TNI Pandu Wibowo mengakui jika dirinya sering mendengar terjadinya penangkapan Ganja di Gayo Lues sudah bolak balik. Ganja itu, kata Pangdam dapat merusak generasi bangsa.

“Ganja itu semakin lama semakin mengecilkan urat saraf, dan kelamaan, para pengguna tidak bisa berpikir, seperti kejadian di Aceh Utara, ibunya lagi memasak lauk menggunakan kompor gas, tetapi anaknya mencabut kompor gas tersebut untuk dijual, dan dibelikan Ganja, akal pengguna bisa tidak waras lagi, ini kenyataan, betapa sedihnya kita kalau terjadi kepada keluarga atau anak kita sendiri,” tandas IM, Mayjen TNI Pandu Wibowo. (Anuar Syahadat)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *