Keber Ari Ranto Sara Sagi Terbaru

Napak tilas ke Aceh-Gayo warnai peringatan gugurnya Sisingamangaraja XII ke-107

Stempel Sisingamangaraja XII
Stempel Sisingamangaraja XII

Medan-LintasGayo.co : Forum Sisingamangaraja XII akan menggelar peringatan 107 tahun gugurnya pahlawan nasional Sisingamangaraja XII yang puncaknya dilaksanakan di Balige Sumatera Utara pada 17 Juni 2014 mendatang.

Salahsatu rangkaian peringatan tersebut, panitia pelaksana telah menjadwalkan melakukan napak tilas ke sejumlah tempat di Sumatera Utara dan Aceh, termasuk Gayo.

Napak tilas tersebut, menurut seksi acara kegiatan itu, Mateus Suwarsono, akan dilakukan sejak 5-15 Juni 2014 dengan tujuan beberapa kota di Aceh yakni Banda Aceh, Lhok Seumawe, Beurenuen dan Gayo Lues. Sementara di Sumatera Utara, Pakpak Barat dan Humbang Hasunduta.

“Sejumlah kegiatan akan dilakukan di daerah yang dilalui tersebut, terutama dalam hal pertukaran informasi perjuangan melawan penjajah Belanda di Aceh dan Sumatera Utara. Selain itu juga atraksi seni budaya daerah,” ujar Mateus kepada LintasGayo.co, Kamis 10 April 2014.

Dan puncak acara, kata dia akan dilakukan Renungan Kepahlawanan detik-detik menjelang 17 Juni 2014, di Sopo Surung yang dirangkai dengan Upacara Nasional bersama Pemerintah, 17 Juni 2014, pkl 10.00 wib, di Sopo Surung Balige.

Tujuan digelarnya acara ini, dijelaskan diantaranya untuk mencapai semangat bahu-membahu secara kesinambungan di antara sesama anak bangsa. Selain itu juga  dalam upaya merekonstruksi dan merevitalisasi situs-situs bersejarah maupun budaya sebagai aset bangsa di masa kini dan akan datang.

Disebutkan tema dari Hari Sisingamangaraja XII ke 107 ini adalah Sisingamangaraja XII Pemimpin Multikulturalisme dengan sub tema Pemimpin yang Mengedepankan Kepentingan Rakyat.

“Panitia akan mengundang beberapa pemuda dari Aceh dan Gayo turut serta dalam seluruh rangkaian kegiatan ini,” pungkas Mateus Suwarsono.

Sisingamangaraja XII gugur pada 17 Juni 1907 di lembah Sionom Hudon, Parlilitan, Dairi. Dan ditetapkan sebagai Pahlawan nasional oleh Presiden pertama Republik Indonesai, Ir. Soekarno, pada tanggal 17 Juni 1957 bertepatan dengan peringatan 50 tahun gugurnya pahlawan tersebut. (Kha)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *