Free songs
Home / Inilah Gayo / Kantor Musara Gayo berhasil dibangun, ini rahasianya

Kantor Musara Gayo berhasil dibangun, ini rahasianya


Ketua Ikatan Musara Gayo (IMG) Jabodetabek H.M. Hasan Daling

Ketua Ikatan Musara Gayo (IMG) Jabodetabek H.M. Hasan Daling

IKATAN Musara Gayo (IMG) Jabodetabek untuk periode 2014-2017 dibawah pimpinan H.M. Hasan Daling telah dilantik sekaligus peresmian sekretariat baru IMG di Setu Cipayung, Jakarta Timur,  Minggu, 30 Maret 2014 lalu.

Satu hal yang patut di apresiasi dari IMG atas gagasan pembangunan sekretariat yang tentu sangat berat direalisasikan, terlebih untuk sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang tidak ada ketetapan khusus darimana sumber dana operasionalnya.

Kegunaan sekretariat tentu sangat vital, kedepannya akan sangat memudahkan dalam menjalankan organisasi terlebih untuk kawasan seperti kota Jakarta dan sekitarnya.

Dibutuhkan pemikiran dan kerja keras untuk mewujudkannya. Dan untuk mengetahui bagaimana keinginan tersebut bisa terwujud dan ternyata dana pembelian tanah dan pembangunan kantor sekretariat Musara Gayo Jabodetabek adalah hasil sumbangan masyarakat Gayo, dan tidak ada bantuan dari pemerintah daerah maupun dari organisasi-organisasi lainnya.

Semua itu didasari keinginan semakin eratnya persatuan dan kesatuan masyarakat Gayo baik diperantauan maupun di tanah Tembuni.

Berikut wawancara Zuhri Sinatra, wartawan LintasGayo.co untuk wilayah Jabodetabek dengan ketua IMG periode 2013-2017, H.M. Hasan Daling di sekretariat IMG yang baru tersebut, sesaat setelah peresmian kantor tersebut.

Apa yang melatarbelakangi pemikiran anda  untuk membangun kantor untuk IMG?

Dasar pemikiran saya karena organisasi Musara Gayo tidak mempunyai kantor sekretariat, selama dua periode kepemimpinan saya, sudah banyak barang-barang inventaris, berupa surat maupun barang, sehingga akhir periode kedua saya berfikir, apabila kepemimpinan saya berakhir dan diserahkan kepada pengurus yang baru, saya khawatir inventaris yang sudah ada akan hilang.

Lalu apa yang anda lakukan?

Nah, timbul pemikiran saya dan teman-teman di organisasi Musara Gayo mencoba untuk mencari sebidang tanah, akhirnya tanah kita temukan, dan tanah itu kita dapatkan dari orang Gayo juga.

Dari siapa anda dapatkan?

Dari Drs. Haji Asbarani, kebetulan beliau, pegawai pemda DKI, beliau membangun masjid sebagai wakaf yang letaknya bersebelahan dengan tanah yang kita bangun untuk kantor sekretariat Musara Gayo, saya minta kepada Haji Asbarani agar tanah yang dibeli darinya dibayar dengan cara di cicil, Alhamdulilah dengan keterbukaan hatinya beliau bersedia.

Berapa harga Tanah yang di beli?

Akhirnya kita sepakat untuk membebaskan tanah tersebut dengan harga Rp. 1.750. 000 permeter, dan luas tanah 300 meter persegi.

Donatur yang menyumbang?

Kemudian, hasil kesepakatan tersebut kita tawarkan kepada masyarakat Gayo yang ingin menyumbang pembelian tanah tersebut. Alhamdulilah kami mendapat respon positif dari masyarakat Gayo Jabodetabek yang dermawan, akhirnya, kurang lebih satu tahun dua bulan saya bisa membebaskan tanah itu seluas 300 meter.

Berapa dana yang terkumpul dari hasil sumbangan tersebut?

Dana yang kita peroleh dari masyarakat Gayo Sejabodetabek sekitar Rp. 450.000.000

Sumbangan dari Pemerintah Daerah?

Saya tegaskan, sumbangan dari Pemerintah daerah itu tidak ada, dari organisasi-organisasi lain juga tidak ada, hanya khusus sumbangan dari masyarakat Gayo, sehingga terwujudlah itu tanah.

Kemudian, walaupun tanah belum lunas, saya mencoba menggugah hati pemilik tanah untuk membangun kantor diatas tanah tersebut, beliau memahami kesulitan saya, dan beliau memberikan izin kepada pengurus Musara Gayo untuk membangun kantor sekretariat, Alhamdulialh dalam perjalanananya sekita dua bulan setengah kantor dapat kita bangun yang menelan biaya kurang lebih sekitar 80 juta rupiah.

Dana pembangunan anda dapatkan dari siapa?

Dana pembangunan kami dapatkan juga dari masyarakat Gayo, bahkan ada juga dari masyarakat luar Gayo,  seperti orang Jawa ada satu orang, dan dari etnis China juga ada satu orang sehingga terwujudlah kantor yang kita resmikan hari ini.

Tanah yang kosong selanjutnya untuk apa?

Program kita setelah pelantikan hari ini, saya dan kawan-kawan akan membentuk tim untuk pembangunan kantor yang permanen, di tanah yang kosong, di tanah itu akan kita bangun sarana umum kepentingan masyarakat Gayo, rencananya tiga lantai, lantai bawah untuk parkir mobil dan motor, lantai dua untuk kantor, karena masyarakat Gayo di Jakarta ini ada lima organisasi, yang pertama Musara Gayo sebagai organisasi induk, kemudian organisasi ibu-ibu Gayo yang bernama Iwasi, yang ketiga Yayasan Lut Tawar, yang ke empat ada yayasan Resam Musara Gayo, kemudian organisasi Singkite. Jadi kita usahakan semuanya berkantor di sekretariat Musara Gayo ini. Agar tidak timbul masalah di kemudian hari soal status tanah ini kami Musara Gayo sudah membentuk badan otonom yaitu Yayasan Resam Musara Gayo. Untuk lantai tiga sedang kita fikirkan fungsinya nanti untuk apa.

Tugas Badan Otonom tersebut?

Sebagaimana yayasan yang lain tugasnya adalah sosial kemasyarakatan, kesehatan, pendidikan, macam-macam, dan tanah ini akan kita alihkan penguasaannya kepada badan hukum yang kita bentuk tersebut yaitu Yayasan Resam Musara Gayo.

Setelah kantor selesai dibangun, rencana anda?

Pertama saya akan merasa senang sekali kalau pembangunan kantor ini terwujud, dan nanti apabila saya sudah tidak menjadi pengurus Musara Gayo lagi saya harapkan seluruh aktivitas masyarakat Gayo yang ada di Jabodetabek dapat terlaksana di sini.

Anda sudah terpilih, program anda selanjutnya?

Selain program rutinitas, kita berfikir untuk mengadakan kegiatan pengajian, nanti kita satukan dengan masjid yang ada di lingkungan kantor ini, kemudian kita akan membangun fasilitas penginapan untuk orang Gayo yang memerlukan, misalnya datang dari daerah, penginapan klop Didong, dan yang melanjutkan sekolah kita sediakan penginapan bagi orang tuanya.  Kita akan sediakan beberapa kamar, mudah-mudahan bisa dinikmati orang Gayo ke depan.

Kerjasama dengan Taman Iskandar Muda, anda harapkan bentuknya seperti apa?

Saya tetap optimis dapat bekerjasama dengan Taman Iskandar Muda, dan kebetulan juga selama ini kta berinduk kepada Taman Iskandar Muda, contohnya hari ini yang melantik kita dan mengukuhkan adalah ketua umum Taman Iskandar Muda, ke depan kita akan bahu membahu memikirkan supaya Etnis Aceh pada umumnya dan Gayo khususnya dapat lebih maju. []

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top