Keber Ari Gayo Sosial Budaya Terbaru

Kupi Gayo “Ervan Ceh Kul” dirilis tahun ini

Ervan Ceh Kuĺ daĺam sabuah pertunjukan seni di Bener Meriah (LintasGayo.co | Muna)
Ervan Ceh Kuĺ daĺam sabuah pertunjukan seni di Bener Meriah (LintasGayo.co | Muna)

Takengon-LintasGayo.co : Seniman muda Gayo yang tengah naik daun Ervan Yoga atau biasa disapa Ervan Ceh Kul dalam waktu dekat akan merilis album solo keduanya setelah sukses merilis album perdana bertajuk “Muniru” yang menembus angka penjualan lebih dari 8000 keping DVD. Rencananya album kedua bertajuk “Kupi Gayo/Gayo Coffee” akan dirilis pertengahan tahun ini.

Ervan saat ditemui LintasGayo.co, Kamis (27/3/2014) di Takengon mengatakan, dalam album kedua ini akan berisi 8 hingga 10 lagu.

“Saat ini sedang dalam proses penseleksian lagu yang akan dimuat pada album kedua ini,” ungkap Ervan.

Dilanjutkan, setelah proses penseleksian lagu langkah selanjutnya akan dibuatkan video clip dari masing-masing lagu. “Untuk video clip membutuhkan waktu yang cukup lama, penggarapan video clip masih saya percayakan kepada OPC Production,” ujar musisi yang dikenal bisa memainkan berbagai alat musik ini.

Ervan menjelaskan, album kedua bertajuk Kupi Gayo ini didasari oleh kopi Gayo yang merupakan terbaik di dunia menjadikan sumber penghasilan sebagian besar masyarakat Gayo, namun petani kopi sering kali menjerit tatkala harga kopi anjlok.

“Ada kritikan sosialnya juga bagi pemangku kebijakan di negeri ini, agar petani kopi bisa lebih sejahtera, selain itu dalam lagu Kopi Gayo menceritakan tentang aspek geografis serta ekspor kopi Gayo ke beberapa negara,” terang Ervan.

Sementara itu pemerhati dan penikmat lagu Gayo, Khalisuddin merespon positif apa yang dilakukan oleh Ervan Ceh Kul, menurutnya Ervan adalah aset yang dimiliki Gayo saat ini dalam mempertahankan budaya dan kesenian yang ada khususnya lagu Gayo.

Dia mengaku kecewa pada album pertama yang diluncurkan, hal ini didasari lagu-lagu Ervan beredar luas ditengah-tengah masyarakat padahal albumnya belum dirilis ke pasar.

“Kejadian pada album pertama jangan sampai terulang lagi, kepada semua pihak terdekat Ervan diharapkan bisa menahan diri dengan tidak mengkopi lagu-lagu pada album kedua ini, dengan hal demikian kita lebih menghargai karya seni Gayo, kalau bukan kita siapa lagi yang menghargainya,” ungkap Pemimpin Redaksi LintasGayo yang juga salah seorang penggagas pentas Inilah GAYO ini.

(Darmawan Masri)

Comments

comments