Hukum Keber Ari Gayo Politik Terbaru

Tagore: tidak benar saya ditangkap Densus 88

Tagore Abubakar
Tagore Abubakar. (Foto LGco-Khalis)

Takengon-LintasGayo.co: Paska terjadinya bentrok antara pendukung Partai Aceh (PA) dengan pendukung Ketua PETA Aceh, Ir. Tagore Abubakar yang juga sebagai Caleg DPR-RI dari PDI-Perjuangan, medio selasa malam hingga rabu malam (18-19/03/14) berakhir dengan kata sepakat saling menahan diri.

Namun disisi lain ada isu yang berkembang bahwa mantan Bupati Bener Meriah itu paska insiden tersebut diamankan aparat keamanan, dan ada kabar lain ditangkap Densus 88. Kabar ini dibantah oleh Tagore Abubakar.

“Tidak benar saya ditangkap, saya sehat-sehat, saat ini saya di rumah, tadi saya ke Polres Aceh Tengah, menjelaskan sebab musabab terjadi insiden tersebut,” kata Tagore kepada LintasGayo.co Kamis malam 20 Maret 2014.

Sementara pantauan Lintas Gayo.co Kamis (20/03/14) sekitar pukul 17.30 Wib, di kediaman Ir. Tagore di rumah eks Reje Ilang Takengon, bahwa pejuang Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) itu masuk kerumah selepas jalan kelililing dari seputaran kota Takengon dengan dikawal oleh beberapa petugas keamanan.

Sumber media ini dikediaman  pak Tagore menyebutkan bahwa sebelumnya Tagore Abubakar baru saja kembali dari Mapolres Aceh Tengah, dalam rangka melaporkan sejumlah kerusakan harta miliknya akibat amukan massa PA dan FORKAB Aceh Tengah, Rabu siang (19/03/14) lalu. Sumber LintasGayo.co itu juga menegaskan bahwa informasi penangkapan oleh Densus 88 itu itu tidak benar.

Ditempat terpisah, Kapolres Aceh Tengah AKBP Artanto, SiIK, ketika dihubungi via telepon selulernya tidak menjawab sms wartawan media ini. Hingga diterbitkannya berita ini pejabat nomor satu di jajaran Polres Aceh Tengah itu belum berhasil dikonfirmasi.

Seperti diberitakan media sebelumnya, kisruh ini dipicu pernyataan salah seorang jurkam PA saat kampanye di Asir-asir Takengon, Selasa siang (18/3) yang dinilai tidak pantas dan dinilai menyinggung perasaan para pejuang ALA.

Massa PETA Aceh dan pendukung ALA kemudian melakukan pengrusakan 1 unit kenderaan roda 4 milik kader PA Aceh Tengah, pengrusakan kantor PA dan atribut partai dan Caleg PA di seputar Aceh Tengah dan Bener Meriah, Selasa malam (18/3).

Esoknya, aksi balasan dilakukan massa PA dengan melakukan pembakaran bangunan Puskud Pante Raya Bener Meriah yang dikelola Tagore, pembakaran aset sebanyak 3 unit truk, 1 unit minibus dan pengrusakan alat peraga Pemilu atasnama Ir. Tagore Abubakar di beberapa tempat di Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Kisruh ini telah ditangani oleh pihak berwajib seperti ditegaskan oleh Kapolda Aceh Brigjen Pol Husein Hamidi, kemarin di Banda Aceh akan mengungkap kasus ini. (GM)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *