Free songs
Home / Lensa / [Essay Foto] Jalur Kanis menuju Samar Kilang dan sejuta misteri

[Essay Foto] Jalur Kanis menuju Samar Kilang dan sejuta misteri


Sempit, bersemak dan tidak jarang terdapat lubang dan amblasnya badan jalan ketika kita hendak pergi menuju sebuah tempat dipinggiran Kabupaten Bener Meriah, Kampung Kanis Kecamatan Mesidah Kabupaten Aceh Tengah.

Panorama alam yang cukup indah tampak terbentang ketika melewati jalanan yang berliku menuruni pegunungan yang ditumbuhi pohon pinus diselingi sedikit pohon enau, seolah sedang melihat panorama di layar televisi yang menunjukkan hamparan hutan skandinavia yang indah dibelahan erofa sana, begitulah sejenak terlintas fikiran dikepala ketika akan menuruni jalanan menuju lembah yang disebut Arul Kanis.

Kanis hanyalah nama sebuah tempat yang terletak di tengah lembah yang dilintasi badan jalan menuju kemukiman terpencil Samarkilang.

Terletak tidak jauh dengan lokasi Pepedang yang sempat terkenal dengan terjadinya “Tragedi Pepedang” beberapa tahun silam, ketika konflik berkecamuk di Aceh. Ternyata di Kanis terdapat beberapa buah makam para pejuang muslimin yang gugur di lokasi ini sebagai syuhada pada masa penjajahan Belanda.

Akankah kondisi Kanis sebagai tempat bersejarah bagi kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini masih terbiarkan seperti layaknya bukan tempat bersejarah, apalagi wilayah ini sebagai jalur utama yang selalu dilintasi oleh lalu lalang kenderaan masyarakat menuju perkampungan terisolir di wilayah kemukiman Samarkilang, hanya waktu yang akan menjawabnya.

Berikut foto-foto yang diabadikan fotografer LintasGayo.co, Munawardi, Minggu 10 Maret 2014 saat melintasi jalan Pondok Baru-Blang Jorong hingga ke arul Kanis.

Foto1

Panorama alam di kawasan jalan menuju Arul Kanis. (LintasGayo.co | Munawardi)

 

Foto2

Kondisi jalan yang sempit dan amblasnya badan jalan. (LintasGayo.co | Munawardi)

Foto3

Kenderaan melintasi jalanan yang belum diaspal serta bergelombang. (LintasGayo.co | Munawardi)

 

Foto4

Warga melintas melewati jalan berkerikil dan jalanan yang tidak rata. (LintasGayo.co | Munawardi)

Lalu lintas warga pengguna jalan dari dan ke Kemukiman Samarkilang. (LintasGayo.co | Munawardi)

Lalu lintas warga pengguna jalan dari dan ke Kemukiman Samarkilang. (LintasGayo.co | Munawardi)

 

 Lokasi makam pejuang kemerdekaan "Muslimin" pada masa penjajahan Belanda. (LintasGayo.co | Munawardi)

Lokasi makam pejuang kemerdekaan “Muslimin” pada masa penjajahan Belanda. (LintasGayo.co | Munawardi)

 

Aliran Sungai "Wih Kanis" di Kampung Kanis Kecamatan Mesidah, Bener Meriah. (LintasGayo.co | Munawardi)

Aliran Sungai “Wih Kanis” di Kampung Kanis Kecamatan Mesidah, Bener Meriah. (LintasGayo.co | Munawardi)

 

Aktivitas warga yang bertempat tinggal di Kampung Kanis memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari. (LintasGayo.co | Munawardi)

Aktivitas warga yang bertempat tinggal di Kampung Kanis memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari. (LintasGayo.co | Munawardi)

 

Menikmati senja di Arul Kanis. (LintasGayo.co | Munawardi)

Menikmati senja di Arul Kanis. (LintasGayo.co | Munawardi)

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top