Sara Sagi Sosok Terbaru

Barakallahu laka “Fefen dan Ria”

Aman Mayak Usmar Effendi dan Inen Mayak Ria Devitariska
Aman Mayak Usmar Effendi dan Inen Mayak Ria Devitariska

ALHAMDULILLAH, sabtu 18 Januari 2014 sekira pukul 10.00 WIB bertempat sebuah Menasah yang saya kenal dinamakan sebagai Mersah Jewe Blang Kolak 2 Takengon, dua insan muslim dan muslimah resmi diikat dengan aqad nikah. Usmar Efendi dengan Ria Devitariska.

D mata saya, Keduanya adalah sepasang adik terbaik, dan malah bisa dikategorikan sebagai sosok pembaharu di dataran tinggi Gayo.

Usmar Efendi, salah seorang pekerja sosial yang tidak resmi tercatat di dinas terkait. Dia seorang penyelam yang kerap diminta mengevakuasi korban tenggelam di Danau Lut Tawar bersama rekan-rekannya di Gayo Diving Club (GDC). Dia juga tercatat sebagai atlit berprestasi dalam olahraga tersebut, di Pekan Olahraga Daerah (PORDA) X tahun 2010 di Bireuen dia penyumbang emas pertama bagi Kabupaten Aceh Tengah.

Aman Mayak Fendi juga dikenal sebagai aktivis olahraga yang tidak hanya di cabang olahraga Selam. Dia juga kerap dipercayakan Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Aceh Tengah atau Central Atjeh Bicycle Community (CABC) sebagai official membawa tim balap sepeda kesejumlah kejuaraan, nasional maupun internasional yang digelar di sejumlah tempat di Indonesia, dari Sabang hingga Lubuk Linggau Sumatera Selatan.

Sosok bertubuh gempal ini dimata saya adalah orang yang bertanggungjawab terhadap tugas yang diembankan kepadanya, termasuk dalam memenuhi kebutuhan hidup bersama sang ibundanya yang meninggal dunia sekitar satu tahun lalu menyusul sang ayah yang sudah lebih dulu berpulang. Dia tak pilih pekerjaan asalkan halal. Sebelum akhirnya dia bekerja sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Aceh Tengah dia pernah bekerja sebagai pencari kerang di sungai Peusangan.

Lalu Ria, saya mengenalnya untuk pertama kali dari dunia online sekira tahun 2007-2008. Di era multiply.com dan Yahoo Masanger (YM) masih berjaya. Ria yang punya nama lain di dunia sebagai Ria Rembune bersama Salihin Putra, Rachmatan Nurul Azmi dan lain-lain banyak mengenalkan saya tentang dunia maya, saat itu Ria sebagai mahasiswa di salah satu universitas di Bandung.

Silaturrahmi dengan Ria berlanjut di dunia sesungguhnya. Dalam beberapa kesempatan dia pulang ke Gayo, kami sempat berkomunikasi yang 90 persen materi perbincangan membicarakan bagaimana membangun Gayo, khususnya melalui dunia maya hingga tercetus gagasan membangun sebuah media online yang awalnya beralamat www.lovegayo.com dimana saya sebagai Redaktur Pelaksana dan sdr. Win Ruhdi Bathin sebagai Pemimpin Redaksi.

Gagasan nama Love Gayo diinspirasi dari nama jejaring facebook I Love Gayo (ILG) dimana saya dipercayakan oleh sang pendirinya, Sdr. Fazri menjadi salah seorang admin untuk mengupdate informasi di jejaring sosial tersebut. Bertahun sebagai admin saya lakoni dibantu oleh sejumlah rekan yang salah seorangnya adalah Ria Devitariska hingga diberhentikan oleh sang pendiri dipertengahan tahun 2013.

Kehadiran media Love Gayo ini ternyata mendapat respon positif dari pembaca, niat awal hanya untuk mengumpulkan data-data Gayo dan sarana berbagi informasi tentang ke-Gayo-an serta merta bertambah menjadi penyedia berita terkini. Nama lovegayo dinilai tidak lagi sesuai untuk sebuah media pemberitaan. Bersama rekan-rekan penggagas lain bersepakat mengganti namanya menjadi Lintas Gayo.  Ria Devistariska tercatat sebagai seorang pendiri sekaligus pengurus teras dibidang keuangan di media ini yang awalnya bernaung dibawah CV. Love Gayo.

Di tahun 2012, terjadi kejenuhan para pegiat lovegayo.com yang dalam pengelolaannya membutuhkan tenaga, waktu dan pemikiran. Perlu adanya perubahan dalam pengelolaannya agar lebih mengarah ke usaha pemberitaan yang minimal dapat membiayai sendiri kebutuhan dana operasional tanpa harus di donasi oleh para simpatisan.

Atas kesepakatan bersama akhirnya digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Gayo pertama yang menyepakati dibentuknya perusahaan bernama PT. Lintas Gayo Korpora sebagai wadah media Lintas Gayo. Sejumlah pegiat dan simpatisan memberikan sahamnya untuk kelangsungan Lintas Gayo. Peran Ria dimata saya sangat luar biasa, terkhusus dalam mengelola keuangan yang awalnya berasal dari donasi. Dia sangat bertanggungjawab terhadap tugas yang diembankan walau tanpa pamrih apapun.

Selain itu, penilaian saya sebagai Redaktur, Inen Mayak Ria yang merupakan anak sulung dari Ramli sang dedengkot Arimulomi Band yang kesohor di tahun 1980-an ini adalah seorang penulis handal. Fices-ficesnya sangat menarik untuk dibaca, dia lihai memilih dan merangkai kata-kata sehingga tulisannya enak dibaca dan difahami.

Tuntutan pekerjaan setelah dia menyelesaikan studinya membuat Ria tidak bisa konsen memproduksi tulisan untuk media Lintas Gayo hingga dia menerima pinangan Usmar Efendi yang dikenalnya untuk pertama kali saat mencari data tentang Danau Lut Tawar 5 Maret 2009 silam. Setahu saya, kala itu tidak ada rasa di hati keduanya apalagi berencana untuk sehidup semati.

Mereka berdua kian dekat pertengahan 2013 lalu setelah kerap berinteraksi dalam sejumlah kegiatan lingkungan bergotong royong memungut sampah di danau Lut Tawar dan beberapa kegiatan lainnya.

Banyak yang ingin kuceritakan tentang kalian berdua adindaku yang berbahagia terlebih saat kalian mensucikan kaki kedua orangtua kalian sebelum melangkah ke kursi pelaminan. Do’aku untuk kalian berdua :

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ.

“Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan”.

(Khalisuddin)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *