Opini Terbaru

Moderennya Pembangunan

Oleh. Drs. Jamhuri Ungel, MA[*]

BERPIKIR tentang pembangunan tentu tidak bisa kita melupakan siapa pembangun dari pembangunan tersebut, artinya di balik indah dan tegaknya bangunan pasti ada pemikir-pemikir yang menggambar bangunan tersebut. Sering kita melihat kepada bangunan di sekitar kit, kita melihat para pekerja yang seolah hanya mereka yang terlibat dalam pembangunan tersebut.

Dengan tidak mengabaikan jasa para pekerja yang bekerja sejak pagi sampai sore bahkan sampai malam, para pemikir sebenarnya telah lama berada dilokasi pembangunan tersebut mereka membayangkan keadaan disekitar bangunan, dimana pepohonan yang harus ditanam, letak tempat parkir sehingga antara kendaraan yang masuk dan keluar tidak saling beradu sampai kepada gambaran detail dari sebuah bangunan.

Sering kita mengagumi dan melihat melihat betapa indah dan tegapnya bangunan namun jarang melihat dan bertanya siapa yang ada dibelakang berdirinya sebuah bangunan. Pemikiran dan anggapan unum seperti ini membuat masyarakat sering berdiskusi dengan tukang yang membuat rumah, tukang yang ditanya juga menjawab dengan percaya diri seolah dia adalah orang yang ahli dalam pembangunan. Inilah diatara penyebab rendahnya mutu bangunan yang ada dalam masyarakat, akibatnya ketika ada bencana gempa, banjir atau angin kencang bangunan yang ada sangat cepat rusak.

Pola pikir seperti ini tidak hanya ada dikalangan masyarakat biasa tetapi juga dikalangan mereka-mereka yang mempunyai otoritas untuk menghilangkan pemikiran model tersebut, sehingga perubahan yang diharapkan melahirkan pembangunan yang lebih baik tidak akan pernah tercapai. Demikian juga dengan indahnya pembangunan tidak pernah kita temukan karena para pekerja pembangunan itu sebenarnya orang tidak mengerti standar keindahan bangunan dan pembangunan.

Di sisi lain para akademisi yang paham tentang standar bangunan merasa terpinggirkan karena pendapat mereka tidak pernah dimintai dan juga tidak pernah dipasilitasi untuk mengemukakan pendapatnya. Diantara alasan kenapa masyarakat dan orang yang mempunyai otoritas tidak mau memfasilitasi untuk mempertemukan ilmu para akademisi dengan pembangunan karena alasan akan menjadikan pembangunan yang harus mengeluarkan dana yang mahal, yang tidak bsa di jangkau oleh masyarakat.

Itulah yang dapat dijadikan salah satu alasan dari beberapa alasan sehingga kita menjadi lambat menuju kepada masa sebagai daerah yang memilki standar pembangunan yang modern.  Karena dalam pandangan kebanyakan orang bahwa modern atau tidaknya suatu daerah sangat tergantung pada indah atau tidaknya bangunan yang ada. Suatu daerah dikatakan tidak modern bukanlah berarti daerah itu tidak membangun secara fisik, tetapi pembangunan yang ada tidak sesuai dengan ukuran dan standar modern.

Karena itu artinya kalau kita ingin menjadi daerah yang maju maka kita harus mampu membuat gambaran kemajuan yang sesuai dengan standar berdasarkan ilmu pengetahuan, tidak cukup dengan mengandalkan pengalaman para pekerja dalam pembangunan. Karena pengalaman pasti bercermin kebelakan sengan pikiran para akaemisi mampu mengatakan dan menggambarkan apa yang akan terjadi.



[*] Pemerhati Sosial kemasyarakatan yang berdomisili di Banda Aceh.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *