Inilah Gayo Keber Ari Gayo Pendidikan Sara Sagi Terbaru

Suhaini Kepala RA Terbaik se-Indonesia: Belajar dari Kisah Nabi Ibrahim AS

Suhaini saat ditemui di kediamannya. (LGco | Andi Rahman)
Suhaini saat ditemui di kediamannya. (LGco | Andi Rahman)

KEMENTERIAN Agama RI, dibawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengadakan kegiatan Kompetisi Guru, Kepala Madrasah dan Pengawasan Berprestasi Tahun 2013. Kegiatan ini merupakan kegiatan Rutin Tahunan yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Madrasah.

Peserta diundang dari seluruh Daerah di Indonesia, salah satunya dari Aceh. Kegiatan ini dimulai dari seleksi dari pemilihan dari Kabupaten, Provinsi, dan pusat dengan panitia langsung dari Jakarta. Peserta yang lolos ke grand final mesti mengikuti presentasi dan wawancara.

Setelah beberapa tahapan seleksi, di grand final kompetisi yang dilaksanakan pada 13-15 Nopember 2013 di Tangerang Selatan, Banten. Hasil penilian dewan juri, salah satu peserta terbaik berasal dari Aceh Tengah yaitu Kepala Raudhatul Atfhal (RA) Ayu Ara dari Desa Ulu Nuweh Umang Kecamatan Bebesen, Suhaini S.Pdi.

Setelah pemenang pertama berasal dari Aceh, pemenang ke 2 berasal dari Jawa Timur, pemenang ke 3 Bangka Belitung, pemengang ke 4 Sulawesi Selatan, dan pemengang ke 5 dari Selawesi Tengah.

Saat Ditemui LintasGayo.co Selasa, 26 Nopember 2013, Suhaini mengatakan dalam mempersiapkan karya ilmiah, dia berusaha maksimal dan hasilnya tidak sia-sia. Dia banyak berguru kepada guru-guru, dosen dan kepala sekolah yang berpengalaman di Takengon.

Walau meninggalkan keluarga dan sempat larut sampai malam pulang tapi demi kompetisi ini Suhaini benar-benar mempersiapkannya dengan matang.

“Banyak juga kepala sekolah, guru dan pengawas lainnya ikut mendaftar tapi dari berkas banyak tidak lulus di tingkat provinsi. Alhamdullah Kompetisi kepala sekolah hanya saya lolos sendiri ke tingkat nasional. Sampai disana peserta banyak sekali yang bergelar profesor, dan doktor, hanya saya dan 1 kepala sekolah lagi dari Palu yang bergelar S1”, ungkap Suhaini.

Suhaini (dua dari kiri) saat menerima hadiah bersama para juara lainnya. (ist)
Suhaini (dua dari kiri) saat menerima hadiah bersama para juara lainnya. (ist)

Awalnya dia mengira hanya dapat juara harapan 2 se-Indonesia, tapi saat di panggil dari harapan 2, harapan 1, juara 3 dan juara 2 dia tidak berharap lagi.

Saat panitia memanggil siapa juara 1 nya juri dan mengatakan dari Aceh, dia tidak percaya. “Sampai saya maju lagi dan membacakan sendiri baru saya percaya. Saya sampai terdiam dan menangis, dari daerah lain mereka membawa kameramen sendiri, hadir keluarga mereka tapi saya hanya sendiri dari Aceh. Dan baru kali ini Aceh dapat Juara 1 kata jurinya,” kenang Suhaini.

Ibu dari seorang anak ini menambahkan, dirinya terinspirasi dengan kisah Nabi Ibrahim AS ketika dibakar dan ada 2 ekor burung menjadi saksinya. Satu dari burung itu mencoba memadamkan api yang menyala besar yang membakar tubuh Nabi tersebut, tapi satu ekor burung lagi malah tertawa dan mengatakan mana mungkin satu tetes air itu bisa memadamkan api sebesar itu, tapi Allah maha tau, walau setetes-setetes air yang disiram akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.

(Andi Rahman)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *