Keber Ari Gayo Sosial Budaya Terbaru

Ruslan Abdul Gani Bersedih Masyarakat “Kurang Mendukung” Program Memakmurkan Masjid

Ruslan Abdul Gani
Ruslan Abdul Gani

Redelong – LintasGayo.co: Rasa prihatin dan sedih tersebut diungkapkan Bupati Bener Meriah Ir. Ruslan Abdul Gani, DilpSE, ketika membuka acara peringatan I Muharram tahun 1435 H/2013, yang digelar oleh PHBI Daerah setempat di Masjid Agung Babussalam Sp Tiga Redelong, Selasa ( 5/11/13) lalu.

Dihadapan para jama’ah dalam rangka peringatan 1 Muharram tahun 1435 Ruslan mengungkapkan rasa sedih dan prihatinnya terhadap masyarakat Bener Meriah yang kurang mendukung program kerjanya yakni memakmurkan Masjid dan melaksanakan himbauannya menjalankan pengajian Ba’da Magrib dan sholat berjama’ah.

Diungkapkan Ruslan, bahwa ajaran Islam saat ini diberbagai belahan dunia, sedang dipelajari dan ajaran tersebut diakui sebuah ajaran yang mengandung kebenaran karenanya banyak masyarakat sebelumnya non muslim luar negeri berbondong- bondong masuk memeluk agama islam secara kaffah.

“Hal ini menandakan bahwa ajaran islam merupakan ajaran yang haq serta agama yang maha tinggi, pembawa ummat kepada keselamatan di dunia dan di akherat,” papar Ruslan.

Berbanding terbalik dengan sebuah kenyataan tersebut bahwa didaerah dimana saat ini sedang dipimpinnya yakni Kabupaten Bener Meriah, masih kurang perduli dengan sebuah ungkapan rasa syukur, buktinya bahwa program memakmurkan Masjid dengan implementasi sholat berjama’ah dan pengajian Ba’da Magrib, dinilai kurang mendapat dukungan dan sambutan dari masyarakat.

Program ini merupakan salah satu realisasi dari salah satu bentuk visi dan misinya yakni peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT,  untuk mewujudkan masyarakat Bener Meriah yang madani, jelasnya.

Ironisnya, ungkap Ruslan, masih  ada masyarakatnya mengirimkan pesan singkat (SMS) kepadanya, mempertanyakan program tersebut bahkan menyatakan program ini bukan menjadi prioritas,  saya sangat bersedih ketika membaca isi SMS nya, apalagi ditambah dengan pengirim SMS termasuk salah satu kaum intelektual dan telah berpendidikan tinggi, saya sedih sekali.

Kendatipun begitu, sebut Bupati Bener Meriah ini, dirinya tetap menghimbau dan mengajak, serta  menjelaskan maksud dan tujuan dari program ini, kepada pengirim SMS,  pungkas Bupati Bener Meriah itu.

Di kesempatan tersebut Bupati juga menyatakan bahwa selama ini, ia mengakui masih sangat kurang mengunjungi masyarakat Bener Meriah yang tersebar diberbagai pelosok. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kegiatan pertemuan diluar daerah.

Alhamdulillah ungkap Ruslan, bahwa untuk pertemuannya baru-baru ini di Jakarta, mendapatkan kesempatan untuk mengekspos tentang kedikjayaan Kopi Gayo, dimana selama ini belum begitu terinformasikan ke pihak-pihak tertentu, utamanya kepada pemberi kebijakan dinegeri ini, dan Alhamdulillah juga bahwa respon dari para pengusaha yang diundang dalam forum tersebut, cukup baik dan menyatakan bersedia melakukan kerjasama kedepan.

Upaya ini merupakan sebuah bentuk trobosan dalam rangka mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat Bener Meriah, dimana selama ini kopi yang menjadi primadona dan  andalan rakyat Gayo, harganya tidak sebanding dengan pengolahan produknya.

“Insya Allah dalam waktu dekat beberapa pengusaha luar negeri akan membeli kopi kita,langsung ke petani, sehingga harga jual dapat ditingkatkan paling tidak setara dengan nilai harga kebutuhan sehari-hari seperti sembako atau kebutuhan primer lainnya,” terang Ruslan.

Dihadapan para jama’ah yang juga hadir  dari unsur para pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), SKPK, Badan dan Kantor, para Camat dan tokoh ulama dan masyarakat, kelompok pengajian kaum ibu.

Bupati Bener Meriah menyayangkan adanya isu yang beredar dimasyarakat yang menyebutkan bahwa dirinya selaku Bupati Bener Meriah, telah mencampuri berbagai urusan yang bukan wewenangnya, kurang peduli dengan masyarakatnya, utamanya masalah bagi-bagi rezeki.

“Tekait persoalan ini saya menyatakan bahwa  kalaulah gaji pokok saya sebesar Rp. 6 juta harus saya bagikan pada masyarakat, lalu bagaimana dengan keluarga saya yang juga butuh biaya hidup,” ucap Ruslan.

Tentang isu yang beredar di masyarakat itu adalah fitnah, termasuk ada yang mengait-ngaitkan dirinya dengan KIP Bener Meriah, dimana karena ada interpensi darinya, “saya sungguh tidak pernah melakukan interpensi tersebut, itu adalah fitnah dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” ucap mantan kepala Regional 1 BRR-Aceh Nias tersebut.

Akhir-akhir ini, dalam lawatannya keluar daerah Ruslan mengaku mendapatkan sebuah amanah dari seseorang yang menyimpan sebuah Al-Qur’an yang berusia sekitar 155 tahun. Kitab tersebut dibuat oleh  tokoh ulama terkemuka berkebangsaan Indonesia di Negara Mesir. Dimana diriwayatkan dalam pembukaan Al-Kitab tersebut, tertulis di pelepah kurma, silsilah penulis. Menurut penyimpan Kitab tersebut semestinya diserahkan kepada Surya Paluh.

“Akan tetapi oleh penyimpan  Al-Qur’an, ini, belum memiliki kesempatan untuk menyerahkan langsung kepada beliau, sehingga sipenyimpan bermimpi untuk segera menyerahkan Al-Kitab kepada orang yang dipercayakannya, sehingga pada suatu malam ketika usai sholat saya didekatinya dan setelah berbincang-bincang,  ia pun menyerahkan Al-Qitab berusia 155 tahun lebih itu kepada saya,“ ungkap Ruslan sembari menyebutkan mudah-mudahan selama buku petunjuk dan pedoman ummat islam yang saat ini berada di Bener Meriah itu, membawa hikmah kepada masyarakat Bener Meriah.

Bertindak selaku penyampai Tausayiah dalam kesempatan 1 Muharram tahun 1435 H/ 2013 Mashehi tersebut Tgk. Drs. Nasri Lisma, MM  bertajuk “Terwujudnya Generasi Islam yang Santun, Cerdas dan Bermarthabat di Kabupaten Bener Meriah”.(Rahman | aZa)

Comments

comments