Free songs
Home / Sosok / Host AcehTV Belajar Tulis Baca di Pasir Pantai

Host AcehTV Belajar Tulis Baca di Pasir Pantai


Pelawak dan Host AcehTV bersama bupati Aceh Tengah (Foto:Ist.)

Pelawak dan Host AcehTV bersama bupati Aceh Tengah (Foto:Ist.)

PUBLIK Banda Aceh sudah tidak asing dengan sosok Rusli Arafika alias Apa Gense (53), host paling populer di stasion AcehTV saat ini. Sosok kocak yang sering membuat pemirsa AcehTV tertawa terpingkal-pingkal itu ternyata tidak pernah menempuh pendidikan formal. Dia belajar menulis dan membaca bukan di sekolah, tetapi di atas pasir pantai. Dia mulai menulis namanya dengan sepotong ranting di atas pasir basah ketika ombak surut ke laut. Hal itu terus dilakukan berulang-ulang sampai dia bisa menulis dan membaca namanya.

Begitulah penuturan Rusli Arafika, Selasa (29/10/2013) dalam sebuah perbincangan di Sada Café, Lamprit Banda Aceh. Bertemu dengan host paling pouler di AcehTV itu tergolong cukup sulit. Memang, semenjak Rusli Arafika mengelola acara Kupi Beungoh (coffee morning) dan Saweue Gampong (kunjung desa) di AcehTV, kesibukkannya bertambah-tambah. Ditambah dengan tawaran sebagai bintang iklan, klop sudah kesibukkannya. “Makanya saya enggak bisa lama disini,” ungkap lelaki beranak delapan itu.

Mengherankan, tanpa pendidikan formal ternyata Rusli Arafika sukses menjadi host sebuah stasion televisi. Apa kiatnya? Dari kecil, jelas Rusli, melawak sudah menjadi bagian hidupnya. Hanya saja, dia tidak tahu cara menyalurkan bakatnya. Satu-satunya media publik saat itu adalah radio. Makanya, cita-citanya tidak muluk, ingin menjadi penyiar radio.

Terwujud, diusia remaja dia diterima sebagai penyiar pada Radio Cakradonya Lhokseumawe. Nama panggilan di udara harus keren, maka Rusli A diubahnya menjadi Rusli Arafika. Kenapa Arafika? Dia adalah fans berat penyanyi dangdut A. Rafik, maka nama belakangnya ditambah dengan Arafika. Klop, jadilah dia sebagai Rusli Arafika.

Tugas utamanya membaca request lagu dari para pendengar. Karena tidak sekolah, tentu membacanya belum lancar, patah-patah. Ternyata, gaya membaca request lagu seperti itu yang disukai pendengar. Membaca yang kurang lancar diimprovisasinya dengan komentar dalam Bahasa Aceh, lengkaplah menjadi menu lawakan segar. Sejak itu, dia “dinobatkan” pendengar sebagai salah seorang pelawak top di Lhokseumawe.

Kehebatannya melawak di Radio Cakradonya menarik perhatian pelawak top Aceh yang bernama Apa Lambak. Pada tahun 2000, Rusli Arafika diajak oleh Apa Lambak untuk rekaman lawak dalam bahasa Aceh di Medan. Kasetnya, ungkap Rusli Arafika, laku keras sehingga harus produksi ulang sampai beberapa kali. Kaset lawak Aceh itu membuat namanya makin melambung, dia benar-benar jadi artis. “Tiap ketemu, orang minta foto bersama Apa Gense,” sebut Rusli sambil menghirup secangkir espresso.

Apa Gense itu artinya Oom Pensil, kenapa nama itu melekat padanya? Sebelum memulai rekaman di Medan, mereka harus menyusun dialog dan skenario. Ternyata mereka tidak membawa alat tulis. Apa Lambak meminta Rusli Arafika meminjam pulpen pada resepsionis hotel. Sayangnya, resepsionis tidak punya pulpen, dipinjamkannya pensil.

Ketika Rusli Arafika menunjukkan pensil kepada Apa Lambak, pelawak top itu marah besar. “Kusuruh ambil pulpen kau bawa gense (pensil), kalau gitu kau ku panggil Apa Gense,” kata Apa Lambak seperti dituturkan kembali oleh Rusli Arafika. Nama itu pun akhirnya melekat sampai sekarang. Apa Gense ternyata nama keberuntungan bagi Rusli Arafika. Publik Aceh lebih mengenal Rusli Arfika sebagai Apa Gense.

Sekarang, dia menjadi host untuk acara kupi beungoh (coffee morning) di AcehTV. Acara ini, sebut Rusli Arafika, merupakan refleksi kehidupan sosial rakyat Aceh yang suka nongkrong warung kopi. Dalam acara ini, narasumber diajak mengobrol sambil ngopi. Topiknya tentang berbagai persoal faktual di Aceh. Narasumbernya terdiri dari gubernur, bupati, walikota, sampai mahasiswa.

Mengobrolnya enak, karena Rusli Arafika bebas menanyakan apa saja kepada si narasumber. Hebatnya, apa yang ditanyakan Rusli Arafika “nyambung” dengan profesi si narasumber. Apa kiatnya? “Sebelum mulai ngobrol, saya sudah browsing dulu di internet tentang profil si narasumber, internet sangat membantu,” pungkas Rusli Arafika.(kompasiana/Muhammad Syukri)

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top