Ekonomi Keber Ari Gayo Terbaru

Ini Penghasilan Joki Pacuan Kuda di Gayo

Joki Pacuan Kuda Gayo saat memacu lari kudanya. (Kha A Zaghlul)
Joki Pacuan Kuda Gayo saat memacu lari kudanya. (Kha A Zaghlul)

Takengon – LintasGayo : Taukah para pembaca setia LintasGayo.co, terkait penghasilan joki pacuan kuda di Gayo yang setiap tahunnya digelar di tiga Kabupaten bersaudara, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues, dari data yang berhasil dihimpun, ada 28 joki yang ikut meramaikan event pacuan di lapangan Belang Bebangka, Pegasing, Aceh Tengah sejak tanggal 28 Oktober 2013 hingga 3 November 2013 mendatang.

Dari data yang diterima LintasGayo.co, Kamis (31/10/2013), ternyata penghasilan joki-joki tersebut terdapat hasil yang menggiurkan. Penghasilan tersebut didapat para joki dari tips yang diberikan penonton dan pemilik kuda disaat kuda-kuda tersebut sampai digaris finish.

Di Kabupten Aceh Tengah dalam rvent tersebut, ada 15 joki yang ikut ambil bagian, dan rata-rata penghasilan mereka adalah 3 juta rupiah selama event itu berlangsung, disusul Kabupaten Bener Meriah yang menyertakan 8 orang joki dengan penghasilan rata-rata 2 juta rupiah, sedangkan Kabupaten Gayo Lues menyertakan 5 orang joki dengan penghasilan rata-rata 1 juta rupiah.

Tentu saja angka tersebut merupakan angka yang sangat menggiurkan, sehingga bakat menjadi joki dari mereka yang masih muda belia juga sebagai mengais rupiah.

Dari data yang diterima LintasGayo.co, joki di Kabupaten Aceh Tengah yang memiliki penghasilan tertinggi, adalah Azman Sultan dengan 8 juta rupiah,  Kaspul Hairi berpenghasilan 5 juta rupiah, dan Aris dengan penghasilan 4 juta rupiah selama event berlangsung biasanya seminggu.

Di Kabupaten Bener Meriah, joki yang berpenghasilan terbanyak atas nama Irham dengan penghasilan 3 juta rupiah. Sedangkan Kabupaten Gayo Lues, joki Agil Ariga merupakan joki betpenghasilan tertinggi sebanyak 1 juta rupiah.

Dari data tersebut, joki-joki di Aceh Tengah memiliki penghasilan tertinggi dari dua Kabupaten lainnya, Bener Meriah dan Gayo Lues. Banyak diantara mereka yang tak hnya berprofesi sebagai joki saja, selain itu juga mereka lihai melatih kuda-kuda.

Selain untuk ajang menyalurkan bakat, banyak diantara joki-joki tersebut dapat meringankan beban orang tua mereka, yang sebagian besar berasal dari kalangan keluarga menengah ke bawah.

(Darmawan Masri)

Comments

comments