Keber Ari Gayo Olah Raga Terbaru

Surat Terbuka untuk Pegiat Olahraga Aceh Tengah

Latihan-Pisik-DSC_5959
Ilustrasi latihan pisik atlit Aceh Tengah. (doc. LGco)

Khalisuddin*

Beberapa keluhan para pelaku olahraga di Aceh Tengah atas penilaian ketidakseriusan pihak terkait mempersiapkan keikutsertaan atlit Aceh Tengah di ajang Pra Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2013-2014 mencuat akhir-akhir ini seperti yang diberitakan sejumlah media online dan cetak di Aceh maupun Gayo.

Agak miris saat beberapa pengurus cabang olahraga ribut-ribut protes dan mengeluh sana-sini tak tentu arah terkait persiapan atlit menuju ajang Pekan Olahraga Aceh (PORA) XII 2014. Kami rasa kata kunci persoalan olahraga di daerah ini mesti didahului pembenahan induk cabang olahraganya, KONI Aceh Tengah. Karena seharusnya KONI lah yang menjadi penghubung Pengcab dengan pihak pemerintah.

Jika KONI tidak aspiratif atau tidak berfungsi sebagaimana amanat Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI, maka pergunakan mekanisme yang sudah diatur dan jika juga menyelesaikan persoalan, tak ada pilihan gelarlah Musyawarah Luar Biasa (Muslub) dan tentukan pengurus yang baru.

Dalam konteks kepengurusan KONI Aceh Tengah periode 2010-2014, merupakan pilihan dari Pengcab-pengcab itu sendiri selaku anggota KONI saat Musorkab 2010 lalu. Kawan-kawan pembina olahraga kalau protes karena menilai kurang diperhatikan oleh pihak terkait mestinya berpikir realistis, jangan lihat akibatnya saja, penyebabnya tidak. Tentu tak lekang dari ingatan tentang apa yang terjadi di Musorkab 2010 lalu. Bagaimana sikap sejumlah Pengcab saat pemilihan pengurus. Jadi tidak perlu banyak protes dulu kepada pihak lain,  ketidakberesan ini asalnya dari kita dan tentu kita sendiri yang kena imbasnya.

Okelah yang lalu biarlah berlalu, melalui media ini selain kepada Pengcab, kami sampaikan juga kepada pengurus KONI 2010-2014 sebisanya ikhlas mundur beberapa langkah menjelang perhelatan ajang prestasi olahraga terbesar di Aceh, PORA XII yang didahului dengan pra PORA, Porwil atau Selekda demi menunjang prestasi atlit.

Kawan-kawan di KONI segera ajak Pengcab-pengcab untuk bicara bagaimana solusi kedepan agar urusan pembinaan atlit bisa lebih baik. Jika terlalu sibuk dengan pekerjaan selain mengurus KONI, buat saja tim yang melibatkan pengurus cabang olahraga yang dinilai mampu mengakomodir kepentingan Pengcab dengan seadil-adilnya, objektif dan tentunya sesuai dengan semangat olahraga menjunjung tinggi sportifitas.

Sejatinya, pegiat olahraga di daerah ini tidak lemah dan seperti tertindas, para ketua Pengcab adalah “orang-orang kuat” dengan berbagai latar belakang yang tentu lebih dari mampu dalam mempengaruhi kebijakan publik, khususnya untuk bidang olahraga.

*Ketua Organizing Committee (OC) Musorkab KONI Aceh Tengah 2006 dan 2010.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *