Keber Ari Gayo Politik Sosial Budaya Terbaru

Bau Kemenyan Teatrikal Bisu Takengon, Sindir Pejabat Pemerintahan di Aceh

Teatrikal Bisu (LS Kemang)
Teatrikal Bisu (LS Kemang)

BAU kemenyan tiba-tiba menyengat di bundaran Simpang Lima Takengon yang terletak di kilometer 0 (nol) jalan Gayo Takengon-Bireuen.

Perhatian warga yang sedang beraktivitas dan pengemudi kenderaan yang melintas di lokasi tersebut langsung tertuju kepada sejumlah seniman dan budayawan Gayo yang rupanya ingin berekspresi seni teatrikal “bisu” yang menggambarkan sindiran terhadap berbagai aspek yang makin merosot di Aceh akhir-akhir ini.

Seorang pemeran fakir miskin dengan ditemani anaknya yang masih kecil memberanikan diri mendatangi seorang pejabat di Aceh yang saat ditemui warga itu sedang duduk dibelakang meja kerjanya, berdasi dan berkacamata hitam pula.

Pejabat itu tidak menggubris kehadiran rakyat miskin itu malah merasa terganggu dan mengusirnya. Dia melabrak meja dan mengusir orang miskin tersebut.

Serangkaian dengan tingkah polah pejabat, tetangisan rakyat Aceh digambarkan dengan alunan suling Gayo yang mendayu. Peniupnya mencoba menyentuh hati pejabat dengan sentuhan seni, namun gagal. Dia menangis, dia putus asa, meronta dan berteriak-teriak tanda kekecewaan mendalam.

Ya, persoalan di Aceh kian komplek, belum usai satu persoalan muncul lagi persoalan lain, tidak bisa diungkapkan lagi, mulut dan nalar tidak lagi kuasa utarakan apa penyakit dan mana obatnya. Pilihannya adalah “diam, bisu”.

Gaya pejabat Aceh dimata seniman Gayo. (LSKemang)
Gaya pejabat Aceh dimata seniman Gayo. (LSKemang)

“Beginilah kata hati seniman, budayawan Gayo serta masyarakat luas umumnya yang sedih melihat kemerosotan Aceh dari berbagai sisi. Tidak politik, budaya, pemerintahan maupun kesejahteraan rakyat.Umumnya pemimpin di Aceh hanya mengurusi kelompoknya saja,” kata Purnama K Ruslan diamini Onot, Idrus, Ruhdan dan kru teatrikal bisu sesaat setelah pementasan mereka, Senin 7 Oktober 2013 di teras sempit tugu yang terbilang “jelek” untuk berdiri di bundaran Simpang Lima, kota wisata Takengon. (LS Kemang)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *