Keber Ari Ranto Terbaru

Fraksi PPP-PKS Kritisi Pemerintah Aceh Minimnya Dana Rehab-rekon Sarana Ibadah Gempa Gayo

Kondisi Masjid Blangmancung, dua pekan pascagempa.(LGco-aman.ZaiZa)
Kondisi Masjid Blangmancung, dua pekan pascagempa.(LGco-aman.ZaiZa)

Banda Aceh – LintasGayo: Fraksi PPP-PKS DPRA menyayangkan minimnya dana rehab – rekon terhadap sarana ibadah yang telah rusak parah bahkan ada yang telah rata dengan tanah pada saat bencana alam gempa di dataran tinggi Gayo.

Dalam pandangan pendapat akhir Fraksi PPP-PKS DPRA terhadap Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh tahun anggaran 2013, pada Jumat, 3 Oktober 2013 lalu mengharapkan pembangunan rumah ibadah ini dapat perhatian dari Pemerintah Aceh.

Fraksi PPP-PKS menyampaikan sedikitnya 16 masjid dan meunasah yang patut mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah Aceh agar disediakan dana yang cukup untuk rehab-rekon sarana ibadah tersebut.

Ke 16 masjid dan meunasah tersebut terdiri dari:

a.     Masjid Babul Mukminin Kampung Tawarmiko Kecamatan Kute Panang

b.     Masjid Amal Kampung Tawardi Kecamatan Kute Panang.

c.     Masjid Baiturrahim Kampung Ratawali Kecamatan Kute Panang.

d.     Masjid Suhada Kampung Segene Balik Kecamatan Kute Panang.

e.     Masjid Al Muslim Kampung Dedingin Kecamatan Kute Panang.

f.      Masjid Babul Huda Kampung Wih Nongkal Kecamatan Kute Panang.

g.     Masjid Titian Mas Kampung Wih Nongkal Toa Kecamatan Kute Panang.

h.     Masjid Nurul Yakin Kampung Sabun Timur Kecamatan Kute Panang.

i.       Masjid Nurul Iman Kampung Sabun Barat Kecamatan Kute Panang.

j.       Masjid Nurul Huda Kampung Sabun Tengah Kecamatan Kute Panang.

k.     Masjid Al Mursalin Kampung Muter Balik Kecamatan Kute Panang.

l.       Masjid Gelengang Kampung Gelengang Kecamatan Bebesan.

m.   Masjid Ar Rahman Kampung Simang Empat Kecamatan Bebesan.

n.     Masjid Baitul Marhamah Kampung Bahgie Kecamatan Bebesan.

o.     Masjid Quba Kampung Bebesan Kecamatan Bebesan.

p.     Maunasah Nurul Muttaqin Kampung Kala Nokal Kecamatan Bebesan.

“Mengingat beratnya tugas dan tanggung jawab kita semua dalam melaksanakan tugas dan amanah pemerintahan dan pembangunan Aceh, maka setiap kita yang terlibat dalam penetapan kebijakan hendaknya melaksanakan secara sungguh-sungguh setiap amanah tersebut,” ujar Sekretaris Fraksi Tgk. H. Makhyaruddin Yusuf.

Kesungguhan itu tentunya harus didukung oleh kapasitas, integritas dan rekam jejak setiap figur pemangku jabatan. Pemerintah Aceh, harus melihat setiap figur berdasarkan asas kepatutan, kelayakan, daya intelektual dan keahlian dibidangnya.

Dengan kata lain, setiap orang semestinya ditempatkan pada bidang yang sesuai dengan keahliannya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Bila suatu urusan tidak diserahkan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran yang akan diperoleh oleh kaum tersebut”.(ghassani | aZa)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *