Free songs
Home / Keber Ari Ranto / Siti Hajar, Putri Gayo Sang Paskibraka RI tahun 1988

Siti Hajar, Putri Gayo Sang Paskibraka RI tahun 1988


Siti Hajar Bersama Anggota Paskibraka 1988 dan Menteri P&K Fuad Hasan. (doc. Siti Hajar)

Siti Hajar Bersama Anggota Paskibraka 1988 dan Menteri P&K Fuad Hasan. (doc. Siti Hajar)

NAMANYA singkat saja, Siti Hajar. Nama yang sama dengan istri Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Tetapi Siti Hajar yang ini lahir di Takengon dan pernah menjadi anggota pengibar bendera pusaka di Istana Negara ketika masih berusia 18 tahun.

Dialah putri Gayo kedua yang mengibarkan bendera pusaka negara RI pada detik-detik peringatan hari kemerdekaan di Istana Negara Jakarta setelah Yuli Wahid pada tahun 1978. Siti Hajar menjadi anggota Paskibraka pada tanggal 17 Agustus tahun 1988 di kediaman orang nomor satu di negara ini sat itu, Presiden Soeharto.

Memang tidak banyak yang tau tentang prestasi dan kontribusinya bagi Gayo selain sahabat dan kerabat dekat. Ketika dihubungi di Jakarta beberapa waktu yang lalu, dengan rendah hati Siti Hajar mengaku masih terkenang saat-saat ia melangkah pasti dan tegap dihadapan jutaan rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera pusaka. Kenangan ini sunguh tak terlupakan dan tak akan pernah terlupakan sepanjang hidup saya, katanya.

Siti Hajar lahir pada tanggal 9 Juni 1970 di Takengon. Ia terpilih menjadi anggota Paskibraka saat ia masih duduk dibangku pendidikan Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) Takengon pada bulan April 1988. Ia mengaku pada saat itu ia ditawari oleh gurunya untuk mengikuti seleksi Paskibraka dari sekolah yang akhirnya lulus seleksi, dan menghantarkannya hingga ketingkat provinsi dan dinyatakan berhak mewakili Provinsi Aceh ketingkat nasional.

Hal yang membuat jantungnya berdegup kencang adalah ketika beberapa saat dilangsungkannya peringatan detik-detik proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1988 di istana negara Jakarta. Pasalnya seluruh peserta dan anggota Paskibraka dari sejumlah provinsi sebelumnya tidak diberitahu oleh tim pelatih siapa yang masuk regu empat lima dan regu tujuh belas. Yang mereka tau adalah mereka anggota pengibar bendera pusaka.

Tepat beberapa saat sebelum upacara negara dimulai diumumkanlah anggota masing-masing regu. Disaat itu jantungku nyaris berhenti, haru sekaligus gemetar. Karena namaku disebut sebagai anggota tujuh belas yang akan bertanggungjawab dalam pengibaran bendera pusaka, jelasnya. (Aman Renggali)

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top