Opini Terbaru

Tidak ada yang Bisa Prediksi Kapan Terjadi Gempa

Catatan: Supri Ariu*

Salah satu ruas jalan lintas Blang Gele-Bies.(LGco.Ria D)
Salah satu ruas jalan lintas Blang Gele-Bies.(LGco.Ria D)

UNTUK kedua kalinya, masyarakat Bener meriah dan Aceh Tengah kembali ditakutkan dengan menyebarnya isu sebuah pesan di telefon seluler dan BBM tentang akan terjadinya kembali gempa di wilayah Gayo dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.

Saya sendiri mengatahui jal ini ketika seorang sahabat saya di Bener Meriah mengatakan tentang isu tersebut. Rekan saya tersebut mengatakan, akibat itu, anggota keluarganya termasuk Ibunya jadi sangat khawatir dan ketakutan. Tentu saja saya sangat terkejut dan geram dengan orang yang tega menyebarkan isu seperti itu.

Berdasarkan beberapa artikel tentang gempa yang saya kutib baik di kampus dan internet, bahwa hingga saat ini belum ada satu teknologi pun yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa secara pasti. Saat ini teknologi yang ada baru bisa melakukan identifikasi lokasi dan perkiraan besaran maksimum itupun setelah gempa terjadi.

Kalau bicara prediksi waktu, hingga saat ini belum ada teknologi, cara, atau sistim tentang kapan terjadinya gempa, itu masih sulit dilakukan.

Menurut Suhardjono, dari Balai Besar II Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jika berbicara tentang prediksi gempa, yang bisa diidentifikasi adalah lokasi. Adapun lokasi itu diketahui berdasarkan pergerakan-pergerakan lempeng, termasuk pertemuan lempeng yang menyebabkan terjadinya patahan.

Sedangkan yang kedua, yang bisa diidentifikasi adalah besaran gempa. Identifikasi itu diketahui berdasarkan kondisi geologi yang ada, bagaimana, pergerakan lempeng, lempeng seperti apa, jenis tanah seperti apa, dan lainnya. Itu bisa dikalkulasi berapa maksimum energi yang bisa dipancarkan atau dilepaskan saat patahan melepaskan energi.

Selanjutnya mengenai kapan gempa bisa terjadi belum dapat diidentifikasi karena metode yang bisa dilakukan baru berdasarkan statistik, seperti probabilitas dan perkiraan periode.

Jadi sekali lagi saya informasikan kepada seluruh saudara-saudara saya di Gayo, jangan sampai termakan isu yang merugikan seperti itu. Bagaimanapun, jika menyangkut masalah gempa, tetap BMKG lah yang menjadi panduan kita. Dengan ilmu dan teknologi milik BMKG saja hingga saat ini belum bida di prediksi kapan waktu gempa, apa lagi dengan analisi pribadi.

Dan saya berharap kepada seluruh masyarakat, agar lebih memahami isu-isu yang berkembang sebelum diposting baik di media facebook, BBM, ataupun melalui pesan seluler. Sebab, perlu kita ketahui saat ini keluarga kita di Gayo masih merasakan trauma akibat gempa pada Selasa lalu, jadi lebih hati-hati lagi dalam menyampaikan berita gempa, bisa-bisa membuat keluarga kita disana tambah panik.###

*Mahasiswa FKIP Giografi Unsyiah asal Gayo Lues

Comments

comments